Photobucket

Sabtu, 30 Oktober 2010

* Laki-laki Dari Langit * (With Andi Magadhon)

Andi :
O parasnya dari pulau tertimbun pasir
Bagai cahaya kakunang
Angin menggumam seperti lebah
Setelah meninggalkan rumah-rumah bata
Ia selalu menunjuk jalan yang satu
Tapi suaranya tak di dengar
Di malam ungu, bulan mengelupas
Bintang-bintang meleleh di matanya
Langit subuh menyala merah
Di bawah pohon yang menadah hujan
Pelepah kurma tertumpuk jadi sajadah
Di sekitarnya tak ada jejak
Kaki yang menapak di pasirnya
Angin tiba-tiba menggeliat dari celah-celahnya
Menggumam kembali seperti lebah
Seakan berbisik pada waktu
Laki-laki itu pulang ke langit
Dengan kehampaan dada
Tapi sangat yakin apa yang di bawanya
Dunia lalu murung menunggu ajalnya
Dan semakin kehabisan nafas











Poetry :
Lalu turunlah bidadari berbentang sayap
Berbekal gulungan sabit menuju gubug-gubug kayu
Dan mendengar gemerisik kaki yang tengah pergi
Jejaknya mengekor di balik punggung pejantan
Lelehan gemintang di tadahnya pada pangkuan sutera
Asa mengeram seakan ingin menahan lelaki itu pulang
Tak ubah renta sibak kemurungan dada
Biar tiada gemurat hampa menjalar
Melukis pada detik-detik massa dan berkata :
" Tersenyumlah lelakiku,Izinkan ku iring jalanmu "
Tiada lagi cemas menerpa bersanding gulana
Musnah sudah kehampaan jiwa
Laki-laki itu telah bertaut jemari peri
Kembali pada langit dengan rona berseri..
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Insan Terpilih Penguni Rumah Abadi *

Tatapku tertuju pada nisan berlukis nama indahmu
Simpuhku berhadap batu diatas tanah merah
Keranjangku penuh bebungaan yang siap kutabur
Pedih mengingatmu telah berpulang

Tak semestinya ku ratapi bersanding bulir-bulir air mata
Semestinya bahagiaku melepasmu karena DIA lebih kuasa menjagamu
Nuraniku meronta,meraung seakan ingin ku meneriak
Sayu berbekas hampa penuh kesan

Lalu ku tabur wanginya di atas gundukan tempat kau bersembunyi
Berharap itu mampu sekedar temani penatmu di ujung sana
Selamat jalan insan terpilihku,Inilah saat senyum abadimu
Surga di tanganmu, Tuhan di sisimu,Doaku untukmu selalu...

Medio, 06 oktober 2010

Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

Selasa, 26 Oktober 2010

* Penantian Panjang *

Seluruh getar nadiku menggeliat
Langkahku cukup lelah lewati setapak ini
Sinar lampion masih setia terangi jalanku
Sungguh tak ingin ku tersesat sekali lagi

Aku tak hendak mengaduh
Kala kerikil tajam tak henti merajam telapak kakiku
Meski jutaan tusukan luruh di pangkuan waktu
Tekadku kuat hingga kabut sibakkan gelora sendu

Bathinku ngilu mengejar lirih bisikanmu
Seakan memanggilku pada cawan tak teraih
Mungkinkah kan ku halau waktu
Disetiap sampan perjalananku menujumu...
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

Senin, 25 Oktober 2010

* Skenario Buta *

Terpagut sepi tanpa bilur suara yang senantiasa memanja
Menyalur benih kasih merayap di antara senyum gulita
Berjalan terpapah menanti uluran jemari menopang langkah melunglai
Mungkin inilah baris utama awal kesedihan..

Masih ingin tersenyum meski kaki tak lagi berjejak tegas
Nurani  melambung terbang di bawah langit memerah
Kian gelap tanpa gemerlap sabit sinari pekat
Mungkin inilah baris tengah perjalanan kepedihan..

Lalu menjalar asa terpampang tak berbatas
Berfikir sejenak bersanding gemercik air penat
Tak tau bagaimana gemintang berpijar berbias renta
Entah bagaimana skenario akhir sebuah cerita..
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Rindu Berdesah Parau *


Sebelum hitam lemangit memekat
Sebelum kemarat  kian sekarat
Ia lebih jumawa dari tabung nestapa
Lebih kerontang dari kesat menggantang

Berilah kudap larutan repihan
Agar muaranya tak pelak merentan
Teteskan sepenggal gurauan
Agar desahnya tak kusam memasam

Ini kerinduan jalang beraroma kasturi
Bukan sutera bergulung demuri
Wanginya bergumul kaswari
Lunasilah dengan sejumput nurani..!!

Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Cemburu *


Aku tak ingin dengar kau sebut namanya
Aku tak ingin lihat guraumu tentangnya
Aku tak ingin segala yang berhubungan dengan nya
Cobalah pahami,
Sungguh imajiku hilang ketika kau mengingat nya
Aku cemburu....!!!!
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

Selasa, 19 Oktober 2010

* Diam *

Ketika hujan menemani,
Mungkin ada sebatas luka membuatku terkesima,
Haruskah canda tawa berlumur duka,
Hingga menjaring lidah berputus asa..

Hanya itu yg sempat terbaca di ujung lidah,
Aku tak mampu lagi berbias kata..
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Akhir Dari............ *

Ragaku karam di samudera dangkal,
Jiwaku tenggelam pada telaga terjal,
Hatiku mati termutilasi gergaji aral,
Rinduku tertelan serigala binal,

Anganku layu berbias hama empedu,
Rimbunku gugur terbabat benalu,
Relungku lebam membiru,
Cahyaku redup pekat membisu,

Usai sudah.....................................!!!!!
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Air Langit Pada Payung Jelaga *

Pelangi meredup,bertopang dagu berharap langit menangis lagi
Bukan kerana bahagia atap bumi bersedih,melain kerana balok rinainya
Hujan..  Indahnya merintik bernada syahdu
Meregup sunyi sayap angan terpatri,asa bergema  “Hujan,jangan kau henti”

##############################################

Lalu menanti jemari genggam teteskan perbutirnya ,
Lewati celah antar tulang-tulang melanglang
Jauh tatap nanar memory luruh melegam
Memias peluh selaksa nelangsa terjalar, “Hujan,tetaplah mendulang”  ....

Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Mimpi Gurita Fajar *

Seketika langit gulita
Seketika mendung meraja
Seketika luka menganga
Terpelanting di ufuk jelaga
..................................
Mimpi itu mereguh mendura
Menyuap jalang di ujung fana
Tersisih dalam muara nestapa
Meregup musnah angan jelata
..................................
Larut pada tabung berdera
Kerontang tanpa salju menjala
Terkoyak buram titian melara
Terpenjara...
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* ...................... *

Dan ketika tembang bertajuk rindu
Nadanya terangkai merajuk pilu
Sempurna dengan ironi syahdu
Berpadu irama bertabur sendu

.......................................................
.......................................................
.......................................................
.......................................................

Inikah cinta???
Deritanya tyada kunjung berakhir,,,

Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Tak Tergambar *

Terkubur dalam tarian sepi
Terpenjara pada lumbung sunyi
Suaka tak terdengar bernyanyi
Melukis langit merangkai hati
Senyap tersembunyi,

Taburan zohra tak lagi menjelujur
Yang tersisa hanya langit kelam terbujur
Tanpa cemerlang bergelayut membusur
Pendarnya tak lagi ramah menyadur
Hampa tersulur,

Sepi kian tersenyum bersahabat
Rona  terbiasa merajut senyap terbabat
Biarkan bingkai berdiri pada bejana hitam tersumbat
Mendayuh  akrab perahu pedih mengerat...
*****************************************

»»  BACA SELENGKAPNYA...

Jumat, 20 Agustus 2010

* KEMBANG API *


Terhempasku pada memory legam
Saat melody berhembus menari di kelopak mata
Anganku meregang,gumpalan duka menegang
Elegi itu masih terpampang bagai sayat melata

Dulu ia seperti kristal
Menangguhku dengan segala upaya dahsyatnya
Menari lincah mengerlip diangkasa
Membawa gurat cahaya menjejal mutiara

Kembang api,,, Begitu aku menyebutnya,,,
Menjadikan ia bagian terindah diantara sela nuraga
Menyanjungnya selayak permata surga
Kembang api,,, Aku begitu mengaguminya,,
==========================================

Selang massa berganti,semburatku lusuh mengenangnya
                                                         Bahkan mendengar iramanya saja aku tak kuasa
                                                         Keindahan itu telah berubah menjadi luka
                                                         Menggubah senyum menjadi air mata...


»»  BACA SELENGKAPNYA...

Jumat, 13 Agustus 2010

L.O.V.E


Kugulung tembikar dari kayu selepas kau meramu
Kuharap ucap tak peluh sekadar semu
Telah sampai di ujung telingaku gurat gaungmu
Membahana bersimpul kata kau mencintaiku
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Sejak saat itu bathinku tergaduh
Beribu tanya gundah gulana mengunduh
Akankah jawab hadir membasuh
Melampung sauh tenangkan gemuruh
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Oh.. Dewa..
Layaknya ku sebut kau sepertinya
Mampu robohkan benteng hati yang ku punya
Musnah sudah angkuh penghuni dada
Terimakasih telah membuatku mencinta,,,,



»»  BACA SELENGKAPNYA...

* TENTANG MUSAFIR DAN SEEKOR MERPATI *

Bungkam . . .


Musafir itu hanya diam memandang padang ilalang tergelar di hadapnya
Bathinnya merintih,meronta mengerang kesakitan
Sepertinya belati berkarat telah menghunus melukai ujung sukmanya

Berdiri ia di dekat perapian kayu bara
Abunya rarak rarai berterbangan di atas mahkotanya
 Ia tak ambil peduli seolah helai rambutnya kebal akan debu dan panas
Ia tetap bungkam,terdiam dan tak beranjak

Terdengar gemerisik menuju ke arahnya
Ia pun menoleh mencari asal suara yang mengusiknya
Tiba-tiba seorang anak kecil berlari mendekat
Sambil membawa seekor merpati terluka,anak itupun menyapa
                “ Kak,bolehkah saya meminta tolong?”
Musafir itu hanya mengangguk dan tersenyum ramah
                Kak,merpati ini terluka,kasihan dia. Maukah kau membantu merawatnya?”
Di ulurkanya merpati itu dengan sepasang  telapak tanganya
Sekali lagi, Musafir itu hanya mengangguk dan tersenyum ramah
                “Terimakasih kak,,,” Ucap anak itu lalu berlari meninggalkanya

Kini merpati itu telah berada di genggamnya tanpa ia tahu harus berbuat apa
Pikiranya kosong,hatinya terpenjara oleh tragedi  yang pernah menimpanya

Tiba-tiba merpati itu bergerak-gerak menyadarkan lamunannya
Kebisuanyapun pecah,,
                “Tuhan,apa yang telah kulakukan??mengapa aku hanya diam menyaksikan merpati ini menderita??Ampun Tuhan,beri aku kesempatan tuk pulihkan lukanya”

Di ambilnya dedaunan segar sebagai pencabarnya
Di tumbuknya,lalu di lumurkan di atas kulit merpati yang tersayat
Di petiknya bebijian,lalu di suapkan pada paruhnya
Musafir itu merawatnya dengan penuh kasih

“Telah bertahun musafir itu memenjarakan diri dalam hutan tanpa senyum,tanpa tawa.
Yang terbesit hanya pedih,luka dan sakit yang mendera.
Kepergian kekasih yang teramat sangat di cintainya membuatnya terpuruk dan terkubur dalam nestapa.
Satu hari sebelum pesta pernikahan,Tuhan mengambil kekasihnya kembali ke pangkuan-Nya”

Laun massa bergulir,merpati itupun bangkit.
Sayapnya mulai berkepak,bulunya mengembang indah,,

Puas tatap musafir menyaksikan ia berhasil pulihkan lara sang merpati
Senyumnyapun mengembang,
Merpati itu telah pulihkan muram pada rona kelamnya
Musafir itupun kini mampu  tersenyum bahagia...

Dari penggalan cerita di atas,terselip pesan yang mungkin bisa kita jadikan tauladan sebagaimana kita umat-Nya di dunia. “Bahagiakan orang lain bila kita ingin bahagia”

Salam,

Poetry Mistery







»»  BACA SELENGKAPNYA...