Tatapku tertuju pada nisan berlukis nama indahmu
Simpuhku berhadap batu diatas tanah merah
Keranjangku penuh bebungaan yang siap kutabur
Pedih mengingatmu telah berpulang
Tak semestinya ku ratapi bersanding bulir-bulir air mata
Semestinya bahagiaku melepasmu karena DIA lebih kuasa menjagamu
Nuraniku meronta,meraung seakan ingin ku meneriak
Sayu berbekas hampa penuh kesan
Lalu ku tabur wanginya di atas gundukan tempat kau bersembunyi
Berharap itu mampu sekedar temani penatmu di ujung sana
Selamat jalan insan terpilihku,Inilah saat senyum abadimu
Surga di tanganmu, Tuhan di sisimu,Doaku untukmu selalu...
Medio, 06 oktober 2010



* Insan Terpilih Penguni Rumah Abadi *
0 komentar:
Posting Komentar