Photobucket

Rabu, 09 Februari 2011

* Syair Sederhana di Perapian *


Malam kembali bergelut sunyi
Duduk dekat perapian bersanding melody instrument
Meraih pena lalu menulisnya di lembaran putih
Imaji mengalir begitu saja menuntun jemari
Berteman titik air mata kesunyian

Terbesit rasa ingin menjerit
Hampa begitu menyiksa dengan angkuhnya
Tak peduli benak tersayat pedih
Sepi kian menggulat perih

Bintang tak sedia berpancar
Gulita semakin pekat melekat
Rintik kian deras beriring isak
Hujan kian menyesak tanpa iba

Siapa sangka dan tak terkira
Tangis bersembunyi di balik senyum merekah
Nelangsa kian meraja,tersiksa..

Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...