Photobucket

Jumat, 20 Agustus 2010

* KEMBANG API *


Terhempasku pada memory legam
Saat melody berhembus menari di kelopak mata
Anganku meregang,gumpalan duka menegang
Elegi itu masih terpampang bagai sayat melata

Dulu ia seperti kristal
Menangguhku dengan segala upaya dahsyatnya
Menari lincah mengerlip diangkasa
Membawa gurat cahaya menjejal mutiara

Kembang api,,, Begitu aku menyebutnya,,,
Menjadikan ia bagian terindah diantara sela nuraga
Menyanjungnya selayak permata surga
Kembang api,,, Aku begitu mengaguminya,,
==========================================

Selang massa berganti,semburatku lusuh mengenangnya
                                                         Bahkan mendengar iramanya saja aku tak kuasa
                                                         Keindahan itu telah berubah menjadi luka
                                                         Menggubah senyum menjadi air mata...


»»  BACA SELENGKAPNYA...

Jumat, 13 Agustus 2010

L.O.V.E


Kugulung tembikar dari kayu selepas kau meramu
Kuharap ucap tak peluh sekadar semu
Telah sampai di ujung telingaku gurat gaungmu
Membahana bersimpul kata kau mencintaiku
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Sejak saat itu bathinku tergaduh
Beribu tanya gundah gulana mengunduh
Akankah jawab hadir membasuh
Melampung sauh tenangkan gemuruh
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Oh.. Dewa..
Layaknya ku sebut kau sepertinya
Mampu robohkan benteng hati yang ku punya
Musnah sudah angkuh penghuni dada
Terimakasih telah membuatku mencinta,,,,



»»  BACA SELENGKAPNYA...

* TENTANG MUSAFIR DAN SEEKOR MERPATI *

Bungkam . . .


Musafir itu hanya diam memandang padang ilalang tergelar di hadapnya
Bathinnya merintih,meronta mengerang kesakitan
Sepertinya belati berkarat telah menghunus melukai ujung sukmanya

Berdiri ia di dekat perapian kayu bara
Abunya rarak rarai berterbangan di atas mahkotanya
 Ia tak ambil peduli seolah helai rambutnya kebal akan debu dan panas
Ia tetap bungkam,terdiam dan tak beranjak

Terdengar gemerisik menuju ke arahnya
Ia pun menoleh mencari asal suara yang mengusiknya
Tiba-tiba seorang anak kecil berlari mendekat
Sambil membawa seekor merpati terluka,anak itupun menyapa
                “ Kak,bolehkah saya meminta tolong?”
Musafir itu hanya mengangguk dan tersenyum ramah
                Kak,merpati ini terluka,kasihan dia. Maukah kau membantu merawatnya?”
Di ulurkanya merpati itu dengan sepasang  telapak tanganya
Sekali lagi, Musafir itu hanya mengangguk dan tersenyum ramah
                “Terimakasih kak,,,” Ucap anak itu lalu berlari meninggalkanya

Kini merpati itu telah berada di genggamnya tanpa ia tahu harus berbuat apa
Pikiranya kosong,hatinya terpenjara oleh tragedi  yang pernah menimpanya

Tiba-tiba merpati itu bergerak-gerak menyadarkan lamunannya
Kebisuanyapun pecah,,
                “Tuhan,apa yang telah kulakukan??mengapa aku hanya diam menyaksikan merpati ini menderita??Ampun Tuhan,beri aku kesempatan tuk pulihkan lukanya”

Di ambilnya dedaunan segar sebagai pencabarnya
Di tumbuknya,lalu di lumurkan di atas kulit merpati yang tersayat
Di petiknya bebijian,lalu di suapkan pada paruhnya
Musafir itu merawatnya dengan penuh kasih

“Telah bertahun musafir itu memenjarakan diri dalam hutan tanpa senyum,tanpa tawa.
Yang terbesit hanya pedih,luka dan sakit yang mendera.
Kepergian kekasih yang teramat sangat di cintainya membuatnya terpuruk dan terkubur dalam nestapa.
Satu hari sebelum pesta pernikahan,Tuhan mengambil kekasihnya kembali ke pangkuan-Nya”

Laun massa bergulir,merpati itupun bangkit.
Sayapnya mulai berkepak,bulunya mengembang indah,,

Puas tatap musafir menyaksikan ia berhasil pulihkan lara sang merpati
Senyumnyapun mengembang,
Merpati itu telah pulihkan muram pada rona kelamnya
Musafir itupun kini mampu  tersenyum bahagia...

Dari penggalan cerita di atas,terselip pesan yang mungkin bisa kita jadikan tauladan sebagaimana kita umat-Nya di dunia. “Bahagiakan orang lain bila kita ingin bahagia”

Salam,

Poetry Mistery







»»  BACA SELENGKAPNYA...