Pelangi meredup,bertopang dagu berharap langit menangis lagi
Bukan kerana bahagia atap bumi bersedih,melain kerana balok rinainya
Hujan.. Indahnya merintik bernada syahdu
Meregup sunyi sayap angan terpatri,asa bergema “Hujan,jangan kau henti”
##############################################
Lalu menanti jemari genggam teteskan perbutirnya ,
Lewati celah antar tulang-tulang melanglang
Jauh tatap nanar memory luruh melegam
Memias peluh selaksa nelangsa terjalar, “Hujan,tetaplah mendulang” ....



* Air Langit Pada Payung Jelaga *
0 komentar:
Posting Komentar