Andi :
O parasnya dari pulau tertimbun pasir
Bagai cahaya kakunang
Angin menggumam seperti lebah
Setelah meninggalkan rumah-rumah bata
Ia selalu menunjuk jalan yang satu
Tapi suaranya tak di dengar
Di malam ungu, bulan mengelupas
Bintang-bintang meleleh di matanya
Langit subuh menyala merah
Di bawah pohon yang menadah hujan
Pelepah kurma tertumpuk jadi sajadah
Di sekitarnya tak ada jejak
Kaki yang menapak di pasirnya
Angin tiba-tiba menggeliat dari celah-celahnya
Menggumam kembali seperti lebah
Seakan berbisik pada waktu
Laki-laki itu pulang ke langit
Dengan kehampaan dada
Tapi sangat yakin apa yang di bawanya
Dunia lalu murung menunggu ajalnya
Dan semakin kehabisan nafas
Poetry :
Lalu turunlah bidadari berbentang sayap
Berbekal gulungan sabit menuju gubug-gubug kayu
Dan mendengar gemerisik kaki yang tengah pergi
Jejaknya mengekor di balik punggung pejantan
Lelehan gemintang di tadahnya pada pangkuan sutera
Asa mengeram seakan ingin menahan lelaki itu pulang
Tak ubah renta sibak kemurungan dada
Biar tiada gemurat hampa menjalar
Melukis pada detik-detik massa dan berkata :
" Tersenyumlah lelakiku,Izinkan ku iring jalanmu "
Tiada lagi cemas menerpa bersanding gulana
Musnah sudah kehampaan jiwa
Laki-laki itu telah bertaut jemari peri
Kembali pada langit dengan rona berseri..



* Laki-laki Dari Langit * (With Andi Magadhon)
0 komentar:
Posting Komentar