Ia terus saja mendesak buih-buih pengharapan
Lara mendayuh ketika bayu meretas relung nestapa
Menikam hasrat buaian gelora jelaga purnama
Cahyanya senantiasa terangi ruang gulita kelam
Asa..
Tak henti mengacau goyahkan ketetapan nurani
Berpijak di satu titik beku cairkan batu-batu kebencian
Menjamur bagai gelombang virus lemahkan hati
Menyulap gunung kewarasan menjadi danau permohonan
Asa..
Sulamanya seindah rajutan helai sutera
Meski kadang terlantun kecewa pada bibir realita
Bualan seolah berjuta makna mendorong semangatnya
Mencabar pinta agar mentari sudi hangatkan
Asa..
Mampukah puingnya melawan pilar kepedihan renta
Berharap seraya tengadahkan jemari sembari lantunkan doa
Akankan berbuah angan sia belaka berbekal lautan air mata
Ataukah.........
Asa..
Semoga tawa tak berlalu,enggan dan menghindar..



* Asa..... *
2 komentar:
Met pagi aja
Salam pagi, terimakasih telah sedia singgah :)
Posting Komentar