Senyumnya adalah sayatan lukaTersembunyi di balik dinding kemasan angkuh
Tak ingin rembulan melihatnya menangis
Meski binar tergores perih
Langkahnya tertatih bertopang sebelah kaki
Berkelana mencari setilam salju
Berharap mampu lahirkan setitis embun
Pada relungnya yang kerontang
Sayapnya remuk tergilas durja
Ketika reranting asa mematah
Berteman kurcaci hutan di setiap kelana
Menyepi di setiap lembar dedaunan gugur..



* Air Mata Bidadari *
0 komentar:
Posting Komentar