Photobucket

Rabu, 20 April 2011

* Asa..... *

Asa..
Ia terus saja mendesak buih-buih pengharapan
Lara mendayuh ketika bayu meretas relung nestapa
Menikam hasrat buaian gelora jelaga purnama
Cahyanya senantiasa terangi ruang gulita kelam

Asa..
Tak henti mengacau goyahkan ketetapan nurani
Berpijak di satu titik beku cairkan batu-batu kebencian
Menjamur bagai gelombang virus lemahkan hati
Menyulap gunung kewarasan menjadi danau permohonan

Asa..
Sulamanya seindah rajutan helai sutera
Meski kadang terlantun kecewa pada bibir realita
Bualan seolah berjuta makna mendorong semangatnya
Mencabar pinta agar mentari sudi hangatkan

Asa..
Mampukah puingnya melawan pilar kepedihan renta
Berharap seraya tengadahkan jemari sembari lantunkan doa
Akankan berbuah angan sia belaka berbekal lautan air mata
Ataukah.........

Asa..
Semoga tawa tak berlalu,enggan dan menghindar..
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

Selasa, 19 April 2011

* Eksekusi Tawanan Kalbu *

Ternyata jeruji itu terlalu sulit terlepas
Meski di hempas gergaji baja raksasa
Bagaimana mungkin langkah bergerak pesat
Sementara kedua kaki tertahan merentan

Kesetiaan masih merekat erat mengunci palung
Meski asa tinggal repihan sisa-sisa
Rindu masih senantiasa membubuh selaksa mantra
Bergerak memutar melantak tanpa arah

Dapatkah imaji menemu kunci pembebas terali
Harap kian berteriak meronta menahan isak
Entah sampai kapan massa memihak kemelut
Hingga mendung memaksa langit berlutut..
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Ketika Cinta Berujung Peti Tak Berudara *

Hati merepih bagai terantai baja kusam
Derma melagu mengemis rangkaian nada malam
Berharap kerlip mengiringi petikan dawai sabit
Mencipta serpihan tembang tak berjudul

Hampa tiada berbinar hiasi keping merah jambu
Kosong tanpa gurat senja menjemput gerai pedih
Perih menyayat merajam benak kian luluh lantak
Hamparan rasa musnah seketika bersama redup mega

Tak mampu berbias sepatah,,,lidah terkelu ngilu
Nurani tercabik amukan serigala-serigala rakus
Lalu menelusup ujung tombak berselendang merah darah
Betapa berserak ketika pecahan kaca pula menikam

Dingin berteman air langit menambah kebekuan
Bahkan isak tangis tak lagi sudi temani sepi
Air mata itu telah terkuras habis tertelan luka
Ragapun terkulai lemah menghempas tanpa daya

Kasih tertelantarkan di tengah kerumunan lebah liar
Seakan siap berpesta menjadikanya pengganti madu
Terkubur merebah jasad yang belum mati
Bumi siap melahap berpesta bersama cacing-cacing lapar

Hingga fikir berkecamuk mengelabu
Wahai kekasih hati,telah sempurnakah siksamu..???
Atau mungkin ternanti ketika roh melepas jiwa genting
Hingga mata tak lagi terjaga,,,terkatup selama-lamanya..
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...