Photobucket

Selasa, 19 April 2011

* Jenuh *

Serasa lidah kelu menyulam tanya
Mungkin aksaranya tersendat lelah
Ataukah jemu menyekat tenggorokan
Bahkan ludahpun tak pelak tertelan

Uraian naif itu mendaur jenuh
Selaksa asa telapak menutup telinga
Tak ingin mendengar kesah
“Seakan ajal berbisik singgah esok hari”

Sampai kapan......??????
Bahkan lara itu selalu kau jadikan pakaianmu
Dimana rasa syukurmu.....??????
Kaulah insan terlemah yang sukses membuat iblis terbahak
Bahkan anugerah  itupun tak mampu kau perhitungkan..!!!
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Berpeluk Bayang Jahanam *

Tak terepih malam bersembunyi di balik kelam
Tiada satupun guruh melambai melunas tanya
Diri terjerat pada sauh tak berdayung
Terdampar pada puing-puing dermaga

Sayu menatap gelap pada kilas hampa
Alur penuh rahasia tanpa pijar benderang
Menggigil dalam tarian sunyi bersayap demuri
Laun mengubur sepi rongga hati

Ingin pergi dan lekas berlalu
Tinggalkan sekeping bathin merapuh
Terpenjara dalam bui berteralis serpihan kaca
Siap menghunus kala tersentuh

Merajam perlahan membunuh
Kelu tak seaksara berbicara
Meronta bisu diam tak terkata
Pilu menjalar,,, menyakitkan..
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Jakarta *

Untaian mutiara ombak berbuih resah
Saat kaki menjejak lugu hamparan pasir putih
Bayu mesra menyisir gerai mahkota
Berbuluh rindu nafas tanah tercinta

Terlahir dari indah rahim sang bunda
Masa kecil menangis pada hangat pangkuannya
Kitari keramaian beralas sepatu kayu
Menenangkan hingga tangis melantah

Ingin peluk jingga senyumnya
Jakarta,,,,,,,,,,,,,,, asa ingin pulang...
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...