Photobucket

Selasa, 19 April 2011

* Jakarta *

Untaian mutiara ombak berbuih resah
Saat kaki menjejak lugu hamparan pasir putih
Bayu mesra menyisir gerai mahkota
Berbuluh rindu nafas tanah tercinta

Terlahir dari indah rahim sang bunda
Masa kecil menangis pada hangat pangkuannya
Kitari keramaian beralas sepatu kayu
Menenangkan hingga tangis melantah

Ingin peluk jingga senyumnya
Jakarta,,,,,,,,,,,,,,, asa ingin pulang...
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Pangeran Buta Mencari Arah *

Merapuh gontai menapak hamparan mutiara kelam
Fikiran di penuhi argumen kehampaan
Terdengar lirih suara kumbang jantan mendekat
Gemerisik menyentuh dedaunan kering


Kupu-kupu kapas menyuguh madu pada nampan emas
Bunga-bunga kertas mendaurkan bebijian perak
Tercium aroma iblis menebar wanginya
Manis berakar dosa berbuah jahanam

Ketika gemulai tangan Tuhan merentang
Nurani mencari ayat-ayat berjubah rembulan
Mengiling air suci pada cawan-cawan tembaga
Berharap sejuknya mampu menterjemahkan


Hingga turun tabir sang nabi menyilaukan
Surya gemancar abadi yang takkan musnah memadam
Menerang kebutaan hati dan jiwa-jiwa kusam
Membelai mesra pada raga-raga tersesat

Derap mendawai pada tarian kelopak magenta
Berbekal tongkat kebimbangan kitari serpihan hari
Terkubur merepih gelora berbungkus belati kesunyian
Menanti hidayah tersulur tunjukan arah..
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...

* Air Mata Bidadari *

Senyumnya adalah sayatan luka
Tersembunyi di balik dinding kemasan angkuh
Tak ingin rembulan melihatnya menangis
Meski binar tergores perih

Langkahnya tertatih bertopang sebelah kaki
Berkelana mencari setilam salju
Berharap mampu lahirkan setitis embun
Pada relungnya yang kerontang

Sayapnya remuk tergilas durja
Ketika reranting asa mematah
Berteman kurcaci hutan di setiap kelana
Menyepi di setiap lembar dedaunan gugur..
Photobucket

»»  BACA SELENGKAPNYA...